Lompat ke konten
Beranda » Blog » Harta Hanya Titipan, Maka Sisihkan Sedikit untuk Berwakaf

Harta Hanya Titipan, Maka Sisihkan Sedikit untuk Berwakaf

Dalam kehidupan ini, harta sering kali menjadi sesuatu yang kita kejar dan jaga dengan sungguh-sungguh. Namun sebagai seorang Muslim, kita diajarkan bahwa harta sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Semua yang kita miliki—rezeki, jabatan, dan kekayaan—akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan-Nya.

Allah SWT berfirman bahwa harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Artinya, keberadaannya tidak kekal. Suatu saat, semua yang kita miliki akan kita tinggalkan. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik agar harta yang kita miliki tetap bernilai hingga akhirat adalah dengan menyisihkannya untuk wakaf.

Wakaf adalah amal jariyah yang manfaat dan pahalanya terus mengalir. Harta yang diwakafkan tidak habis begitu saja, melainkan dimanfaatkan untuk kepentingan umat, seperti pembangunan masjid, pesantren, sarana pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan sosial lainnya. Selama wakaf tersebut digunakan dan memberi manfaat, selama itu pula pahala terus dicatat.

Berwakaf tidak harus menunggu kaya. Islam mengajarkan bahwa Allah menilai keikhlasan, bukan besar kecilnya jumlah. Dari rezeki yang kita terima hari ini, selalu ada hak orang lain di dalamnya. Dengan menyisihkan sedikit untuk wakaf, kita sedang membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahannya.

Selain mendatangkan pahala yang berkelanjutan, wakaf juga melatih hati untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Ia mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Mari kita ingat kembali, harta hanyalah titipan. Sebelum titipan itu diminta kembali, alangkah indahnya jika sebagian telah kita titipkan di jalan Allah. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk berwakaf dan menjadikannya sebagai bekal terbaik menuju akhirat. Aamiin

Penulis: Indra Rizki

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *