Wakaf adalah salah satu amalan mulia dalam Islam yang pahalanya tidak terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia. Apa yang kita wakafkan di dunia, baik berupa harta, tanah, uang, maupun fasilitas ibadah, kelak di akhirat akan menjadi saksi atas kebaikan yang pernah kita lakukan.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika seseorang wafat, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah sedekah jariyah. Wakaf termasuk sedekah jariyah, karena manfaatnya terus dirasakan oleh banyak orang dalam waktu yang panjang. Selama wakaf tersebut digunakan untuk kebaikan, selama itu pula pahala terus mengalir kepada orang yang mewakafkannya.

Keutamaan wakaf tidak hanya terletak pada besarnya nilai harta, tetapi pada kebermanfaatannya. Mungkin yang kita wakafkan terlihat sederhana, namun jika digunakan untuk ibadah, pendidikan, atau membantu sesama, maka nilainya di sisi Allah sangat besar. Wakaf bisa menjadi penolong dan pemberat timbangan amal di hari hisab.
Selain menjadi sumber pahala yang terus mengalir, wakaf juga menjadi bukti kepedulian seorang muslim terhadap umat. Wakaf membantu membangun masjid, mencetak Al-Qur’an, mendukung pendidikan, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi generasi setelah kita. Semua itu kelak akan bersaksi bahwa kita pernah berkontribusi dalam kebaikan.
Yang terpenting, wakaf tidak harus menunggu kaya. Islam mengajarkan untuk beramal sesuai kemampuan. Dengan niat yang ikhlas dan harta yang halal, sekecil apa pun wakaf yang diberikan dapat bernilai besar di sisi Allah. Mari kita siapkan bekal untuk akhirat sejak sekarang. Semoga apa yang kita wakafkan di dunia kelak menjadi saksi kebaikan, penolong di hari akhir, dan jalan menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki