Alhamdulillah, momen Ramadhan selalu identik dengan rezeki yang berlimpah. Salah satunya adalah datangnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang begitu dinanti. Namun, di tengah kebahagiaan menerima rezeki tambahan, yuk sejenak kita bertanya pada diri sendiri: sudahkah sebagian dari rezeki itu kita sisihkan untuk bekal akhirat?

Salah satu amalan yang bisa kita pilih adalah wakaf. Banyak yang mengira wakaf harus dalam jumlah besar atau berupa tanah dan bangunan. Padahal, wakaf tidak harus menunggu kaya. Kini, wakaf bisa dilakukan dengan nominal yang ringan dan terjangkau. Yang terpenting adalah keikhlasan dan niat untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi umat.
Apalagi dalam waktu dekat, umat Islam akan menyambut Malam Nuzulul Qur’an, yang jatuh pada 17 Ramadhan atau Sabtu, 7 Maret 2026. Malam ini menjadi pengingat turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Ia adalah momen istimewa untuk memperbanyak ibadah, memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an, serta meningkatkan amal kebaikan.
Selain membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, salah satu cara memuliakan malam Nuzulul Qur’an adalah dengan berwakaf. Misalnya, wakaf Al-Qur’an untuk pesantren, masjid, atau daerah pelosok yang membutuhkan. Setiap huruf yang dibaca dari mushaf tersebut, insya Allah akan mengalirkan pahala tanpa terputus sebagai amal jariyah.
Bayangkan, dari sebagian THR yang mungkin hanya kita gunakan untuk kebutuhan sesaat, ternyata bisa menjadi investasi akhirat yang terus bertumbuh pahalanya. Wakaf adalah bukti bahwa kita tidak hanya memikirkan kebahagiaan dunia, tetapi juga kehidupan setelahnya.
Mari jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Saat menerima THR, jangan lupa sisihkan sebagian untuk wakaf. Semoga di malam Nuzulul Qur’an nanti, Allah SWT mencatat kita sebagai hamba-hamba yang memuliakan Al-Qur’an, bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan menghadirkannya bagi lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.
Penulis: Indra Rizki