Sering kali kita memiliki keinginan untuk berwakaf, tetapi menunggu waktu yang dirasa tepat. Ada yang menunggu memiliki penghasilan lebih besar, ada yang menunggu tabungan bertambah banyak, bahkan ada yang berpikir bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya. Padahal, wakaf tidak harus menunggu kaya. Wakaf bisa dimulai dari sekarang, dengan nominal yang kita mampu. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan keistiqamahan dalam menunaikannya.
Banyak kebaikan besar yang berawal dari kontribusi kecil yang dikumpulkan bersama-sama. Uang wakaf yang mungkin terlihat sederhana di mata kita, bisa menjadi bagian dari berdirinya masjid tempat kaum Muslimin beribadah, menjadi ruang belajar bagi para santri yatim dhuafa, atau menjadi penunjang kebutuhan anak-anak yatim dan dhuafa dalam menempuh pendidikan.

Mungkin kita tidak mampu membangun sebuah masjid sendirian. Mungkin kita juga tidak mampu membiayai seluruh kebutuhan pendidikan seorang anak yatim. Namun ketika banyak orang menyisihkan sebagian kecil rezekinya untuk wakaf, maka lahirlah berbagai program kebaikan yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Bayangkan ketika sebuah masjid berdiri dari hasil wakaf yang kita ikut sertai. Setiap adzan yang berkumandang, setiap shalat yang dilaksanakan, setiap majelis ilmu yang digelar, insya Allah menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir. Begitu pula ketika wakaf yang kita tunaikan membantu pendidikan anak yatim dan dhuafa. Setiap ilmu yang mereka pelajari, setiap ayat Al-Qur’an yang mereka baca dan hafalkan, menjadi kebaikan yang terus bertambah nilainya di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Karena itu, jangan menunda wakaf hingga menunggu keadaan sempurna. Mulailah dari yang ada di tangan kita hari ini. Tidak perlu malu jika nominalnya kecil, karena Allah SWT melihat keikhlasan dan kesungguhan hamba-Nya, bukan semata-mata besarnya jumlah yang diberikan.
Mari mulai dari sekarang. Sisihkan sebagian rezeki untuk wakaf, sekecil apa pun. Insya Allah, dari wakaf yang kita tunakan hari ini akan lahir banyak manfaat untuk umat, menjadi bekal kebaikan di akhirat, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan kita.
Penulis: Indra Rizki