Lompat ke konten
Beranda » Blog » Di Tengah Dunia yang Semakin Impulsif, Jangan Lupa Sisihkan Rezeki untuk Berwakaf

Di Tengah Dunia yang Semakin Impulsif, Jangan Lupa Sisihkan Rezeki untuk Berwakaf

 

Kehidupan hari ini berjalan begitu cepat. Banyak orang berlomba membeli hal-hal baru, mengikuti tren, dan memenuhi keinginan sesaat. Tanpa disadari, dunia yang semakin impulsif sering membuat kita lebih mudah menghabiskan uang untuk hal yang sifatnya sementara, dibanding mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang abadi.

Padahal sebagai seorang muslim, kita diingatkan bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah. Harta yang kita kumpulkan tidak akan dibawa mati, kecuali yang benar-benar kita gunakan di jalan Allah.

Salah satu amal yang sanggat dianjurkan dalam Islam adalah wakaf. Wakaf bukan hanya tentang tanah, bangunan besar, atau menunggu menjadi kaya raya. Wakaf bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu menyisihkan sebagian kecil rezeki yang kita miliki dengan niat ibadah dan membantu sesama.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa wakaf termasuk bagian dari sedekah jariyah, karena manfaatnya bisa terus dirasakan dalam waktu yang panjang. Selama wakaf itu digunakan untuk kebaikan, insyaAllah pahala akan terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia. Di tengah gaya hidup yang semakin konsumtif, wakaf mengajarkan kita untuk tidak terlalu cinta kepada dunia. Wakaf melatih hati agar tidak hanya sibuk memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan umat dan bekal akhirat.

Betapa banyak orang yang mampu membeli berbagai keinginan dunia, tetapi masih merasa berat menyisihkan sedikit hartanya untuk amal jariyah. Padahal bisa jadi, harta yang kita wakafkan itulah yang kelak menjadi penolog kita di hadapan Allah SWT.

Tidak perlu menunggu berlebih untuk mulai berwakaf. Sedikit demi sedikit, jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqomah, insyaAllah akan memiliki nilai besar di sisi Allah. Karena yang Allah lihat bukan hanya jumlahnya, tetapi ketulusan hati dan kesungguhan kita dalam berbagi.

Mari mulai belajar menyisihkan sebagian rezeki untuk wakaf. Sebab dunia ini sementara, sementara amal jariyah adalah investasi yang manfaat dan pahalanya bisa terus hidup hingga akhirat nanti.

Penulis: Indra Rizki

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *