Lompat ke konten
Beranda » Blog » Jangan Sampai Harta Kita Habis di Dunia Tanpa Meninggalkan Jejak Kebaikan

Jangan Sampai Harta Kita Habis di Dunia Tanpa Meninggalkan Jejak Kebaikan

 

Dalam hidup, kita bekerja keras untuk mengumpulkan harta. Pagi hingga sore, bahkan malam, kita berusaha agar kebutuhan tercukupi dan masa depan lebih terjamin. Namun pernahkah kita berpikir dari semua yang kita kumpulkan itu, sudahkah kita sisihkan sebagian untuk bekal akhirat?

Betapa ruginya jika harta yang sudah susah payah kita kumpulkan hanya habis untuk kebutuhan dunia, tanpa ada yang kita titipkan sebagai amal jariyah. Padahal, ada satu amalan sederhana yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada, yaitu wakaf. Wakaf tidak harus selalu dalam bentuk tanah atau bangunan besar. Di zaman sekarang, wakaf bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah, yaitu melalui wakaf uang. Kita bisa mulai dari nominal kecil, sesuai kemampuan. Tidak perlu menunggu kaya, yang penting rutin dan ikhlas.

Mungkin terlihat sederhana, tapi dari uang yang sedikit itu bisa terkumpul menjadi sesuatu yang besar. Bisa menjadi masjid, pesantren tempat anak-anak yatim dhuafa menempuh pendidikan, sumur air, atau fasilitas lain yang terus dimanfaatkan banyak orang. Setiap orang yang menggunakan fasilitas tersebut untuk kebaikan, insyaAllah pahalanya juga mengalir kepada kita.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Wakaf termasuk dalam sedekah jariyah, atau amal yang tidak terputus. Artinya, selama manfaat dari wakaf itu masih dirasakan, selama itu pula pahala terus mengalir. Inilah kesempatan yang sayang jika dilewatkan. Tidak perlu menunggu banyak, tidak perlu menunda. Mulailah dari yang kita mampu hari ini. Sedikit tapi rutin, insyaAllah lebih bernilai daripada besar tapi hanya sekali. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita jadikan jalan kebaikan.

Penulis: Indra Rizki

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *